Posted by: alvianiqbal | March 27, 2009

Empat Faktor Tragedi Situ Gintung

Empat Faktor Tragedi Situ Gintung

Ada empat faktor di balik tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung, 27 Maret 2009 yang merenggut puluhan nyawa:

1. Takdir Allah. Sesuatu yang maktub. Kehendak Tuhan yang azali.

Nabi Muhammad bersabda:

[ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن] (رواه أبو داود وغيره كثير)

Ma Sya’allahu Kana Wa Ma Lam Yasya’ Lam Yakun

“Yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi” (HR. Abu Dawud dll).

Imam Asy-Syafi’i menyatakan:

ما شئت كان وإن لم أشأ # وما شئت إن لم تشأ لم يكن (ديوان الإمام الشافعي)

Ma Syi’ta Kana Wa illam Asya’ Wa Ma Syi’tu illam Tasya’ Lam Yakun

“Yang Engkau kehendaki pasti terjadi sekalipun aku tidak mengharapkannya, sedangkan yang aku kehendaki jika Engkau tidak menghendakinya maka tidak akan pernah terjadi”

2. Faktor alam. Sebab kausalitas.

Tanggul Situ Gintung sudah termakan usia. Dibangun di zaman Belanda 1933 M. Sehari sebelum tragedi ini terjadi, hujan lebat mengguyur Ciputat selama 7 jam, mulai jam 14.00. Danau Situ Gintung meluap, tanggul tak tahan, lalu terjadilah sesuatu yang telah terjadi.

3. Ulah manusia.

Pembangkangan kepada ajaran Tuhan. Menyebabkan azab datang. Sudah rahasia umum bahwa Danau Situ Gintung (kawasan sekitar tanggul yang jebol) adalah tempat yang ter-maksiat-kan.

Setiap malam puluhan motor nongkrong di pinggiran danau. Muda-mudi ada yang pegang-pegangan, berciuman, mabuk-mabukan, narkoba dll. Warga sekitar diam, bahkan memungut uang parkir pada setiap malam minggu.

Legalisasi kemaksiatan. Ulamanya diam. Tokoh masyarakatnya demikian. Maka bencana Allah (azab) melanda. Bukan hanya kepada pelaku maksiat. Tapi yang taat pun ikut terlibat:

{ وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ } [الأنفال:25]

“Takutilah fitnah (azab yang disebabkan oleh kemaksiatan yang didiamkan dan kebaikan yang tidak disebarkan) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim di antaramu saja. Ketahuilah Sesungguhnya Allah keras siksaNya” (al-Anfal: 25)

4. Konspirasi

Ini hanya isu –fihi nadzar- (perlu diselidiki lebih lanjut, anda boleh percaya boleh tidak). Penulis mendengar bahwa Danau Situ Gintung akan ditimbun dengan tanah, guna pembangunan ‘Proyek perumahan elit’. Caranya? Dengan membuang isi danau. Dengan bahan peledak misalnya. Hmmm, mungkin saja. Manusia kalau sudah gelap mata gelap hati, akan lebih buas dari serigala. Apa pun akan dilakukan. Walaupun puluhan nyawa harus melayang. Wallahu A’lam Bis Shawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: