Posted by: alvianiqbal | April 19, 2009

FILOSOFI ‘SELAMAT’

Filosofi “Selamat”

1. Kalau tak bisa memuji jangan mencela. Ini disebut ‘Selamat’

2. Kalau tak bisa memberi jangan mencuri. Ini juga ‘Selamat’

3. Kalau tak bisa membantu jangan mengganggu. Ini ‘Selamat’

4. Kalau tak bisa mencinta jangan membenci. ‘Selamat’

Keempat ‘Selamat’ di atas merupakan bentuk selamat yang pasif. Karena selamat ada dua; Pasif dan Aktif.

Contoh Pasif:

· Ketika seseorang tabrakan ia tak meninggal dunia atau tak luka-luka.

· Ketika terhindar dari musibah.

Contoh Aktif:

· Ketika seseorang naik pangkat, mendapat ucapan ‘Selamat’ dari rekan-rekannya.

· Selamat menunaikan Ibadah Puasa.

· Selamat menempuh hidup baru.

· Selamat berbuka puasa.

· Selamat ulang tahun.

Maukah Anda selamat?

Maukah Anda diselamatkan?

Maukah Anda menyelamatkan?

Pernahkah Anda Selamatan?

Pernahkah Anda diberi ucapan selamat?

Pernahkah Anda memberi ucapan selamat?

Mau?Mau?Mau?

Pernahkah?Pernahkah?Pernahkah?

Lalu,apa hakekat Selamat itu?

Anda lebih tahu jawabannya untuk diri anda sendiri dari pada orang lain untuk diri Anda. Karena hanya diri anda yang tahu, apakah diri anda selamat atau tidak. Dulu, sekarang dan nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: