Posted by: alvianiqbal | January 8, 2011

Resonansi 2

Jumat, 07 Januari 2011 pukul 14:34:00

Transformasi 2011

 

Zaim Uchrowi

Pagi itu pagi terakhir 2010. Para stafnya pun belum datang. Tapi, ia sudah ada di kantor: Duduk di kursi yang biasa dipakainya. Bukan di kursi kerja, bukan pula di kursi tamu. Tapi, di kursi rapat. Ia mengaku nyaman di kursi itu. Posisinya menghadap ke pintu ruang kerjanya yang selalu terbuka. Bahkan, langsung menghadap pintu luar tempat tamu keluar masuk menemui sekretarisnya.

Ia ingin pastikan orang tak sulit menemuinya. “Kalau ada yang bisa saya bantu ya saya bantu. Kalau tidak ya tidak,” ucapnya ringan. Seringan anggapannya bahwa ia tak ingin jadi beban siapa pun. Bahkan, untuk jadi beban stafnya sendiri. Ia tak terganggu bila stafnya datang lebih lambat atau pulang lebih cepat darinya. Yang penting tertib datang ke kantor dan mengerjakan tugas dengan baik.

Baginya, soal biasa untuk pulang kantor bersama dengan para stafnya. Biasanya ia duduk di kursi depan Camry dinasnya yang baru, di samping sopir. Sedangkan kursi belakang dijejali dengan tiga atau empat orang sejurusan yang akan sama-sama naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jakarta ke Bintaro. Ia pulang balik ke kantor dengan kereta. Hal biasa bagi banyak orang termasuk para pegawai negeri. Namun, tidak bagi seorang dirjen. Apalagi dirjen bidang yang sangat penting dan memberikan pemasukan bagi negara sepertinya. “Ini praktis,” katanya sambil menunjukkan tiket KRL.

Cara pikir praktisnya dan tak terkungkung formalitas birokrasi membawanya pada efektivitas kerja luar biasa. Sebuah program yang pada periode sebelumnya berbiaya Rp 32 miliar berhasil ia tekan menjadi cuma kurang dari setengah miliar. Tumpukan surat 27 ribu yang belum terkirim dari kantornya ia selesaikan dalam seminggu. Meja-meja kerja para direkturnya ia minta bersih dari tumpukan berkas.

“Berkas memang harus diperiksa dengan seksama. Tapi yang saya tahu, seksama selalu diikuti dengan kata dalam tempo secepat-cepatnya,” katanya. Istilah yang dipetiknya dari teks proklamasi. Sistem administrasi yang pada periode sebelumnya sangat berbau kepentingan pejabatnya ia perbarui. Biayanya cuma separuh dari penghasilan bulanan negara  dari sistem tersebut.  Dan, ia tak mengambil keuntungan pribadi sedikit pun. Hidupnya biasa saja tak berlebihan. Tapi, ia juga tak merasa kekurangan.

Ia salah satu dari sedikit pejabat publik yang sungguh berorientasi kerja dan bukan kursi jabatan. Beberapa menit bersamanya di hari terakhir tahun silam, membuat saya optimistis. Selalu ada harapan bagi bangsa ini untuk berubah. Selalu ada sosok-sosok transformatif yang lebih mementingkan tugas dibanding diri sendiri buat kebaikan bersama. Kemauan untuk mentransformasi keadaan sekitar itu yang perlu kita tumbuhkan di semua lini. Itu hanya terjadi ketika kita siap memulainya dengan mentransformasi diri sendiri, menjadi sosok transformatif seperti dirjen luar biasa itu.

Tulus, mengedepankan akal sehat, tak bias kepentingan pribadi, tak marah, terus berkomunikasi, tak jaga gengsi, dan tetap membumi menjadi kunci buat mentransformasi. Dengan itu pula, pada tingkat dan ruang lingkup berbeda tentu, saya mentransformasi Balai Pustaka. Menyusun ulang model bisnis, mengantarkan 75 persen karyawan memasuki dunia baru lewat pensiun dini, menata ulang struktur finansial, hingga harus memindah fisik kantor adalah rangkaian kerja di akhir dan awal tahun ini. Alhamdulillah, transformasi itu berjalan relatif baik.

Hari pertama Tahun Baru belum lama berlalu. Hijriah apalagi Masehi. Suatu waktu yang tepat bagi umat dan bangsa ini merancang transformasi semua hal di negeri tercinta ini, seperti yang dilakukan rekan itu pada direktorat jenderal yang dipimpinnya. Sekaranglah waktu yang tepat buat memulai berhijrah. Itu tentu harus dimulai dengan mentransformasi dan menghijrahkan karakter diri sendiri, sesuai petunjuk Nabi: “mulailah dari dirimu sendiri”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: