Posted by: alvianiqbal | February 8, 2012

Salju di Maroko

Tidak saya sangka bahwa di Maroko ada salju. Anggapan itu muncul karena Maroko terletak di benua Afrika. Ternyata anggapan saya salah.

Tempat wisata di Maroko pada musim dingin yang acapkali dikunjungi oleh wisatawan sependek pengetahuan saya ada dua. Pertama, Oukaimeden. Sebuah daerah pegunungan yang terletak di kota Marakech. Kedua, Ifrane. Kota kecil yang baru dibangun tahun 1930 M. Orang-orang Maroko menyebutnya sebagai Swiss-nya Maroko, karena arsitektur perumahannya seperti rumah-rumah di Eropa. Yakni berbentuk runcing dan memakai genteng. Sedangkan perumahan kota-kota lain di Maroko berarsitektur kotak-kotak (flat) tak menggunakan genteng.

Masing-masing dari kedua tempat wisata tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Sesuatu yang tidak ditemukan di Ifrane adalah kereta gantung. Kereta ini hanya didapatkan di Oukaimeden. Jadi, pelancong yang ingin merasakan naik kereta gantung di atas hamparan salju dipersilahkan memilih Oukaimeden. Sedangkan bagi turis yang ingin menikmati keindahan kota-kota layaknya di Eropa dianjurkan memilih kota Ifrane. Sebuah kota kecil yang tenang nan cantik dilengkapi dengan pepohonan ala Eropa dan taman-taman yang bersahaja. Inilah yang tidak dimiliki oleh Oukaimeden. Oukaimeden hanya pegunungan yang bersalju dan sedikit perumahan khas maroko (flat) layaknya rumah-rumah kebanyakan di negara-negara Arab.

Ketika wisatawan di musim dingin mengunjungi kota Ifrane disayangkan jika tidak mampir ke daerah Mischliffen dan hutan Cedres. Kedua tempat itu terletak tidak jauh dari kota Ifrane. Tepatnya di selatan Ifrane. Di kedua tempat tadi pelancong di musim dingin dimanjakan dengan lautan salju dan pohon-pohon cemara yang berselimut putihnya salju. Mereka juga bisa berselancar-ria di kaki bukit-bukit salju. Masih banyak daerah bersalju di Maroko ketika musim dingin tiba. Seperti daerah pegunungan Atlas dan dataran-dataran tinggi lainnya. Biasanya salju mulai turun di akhir bulan Januari dan awal Februari.

Inilah keistimewaan wisata di kerajaan Maroko. Di negara ini wisatawan disamping dimanjakan dengan lautan pasir sahara. Mereka juga dimanjakan dengan lautan salju. Di musim semi, wisatawan dimanjakan dengan bunga-bunga yang merekah. Sedangkan di musim panas, mereka dapat melancong ke daerah pantai, seperti Tanger, Tetouan dan Agadir. Di musim panas, bagi yang mempunyai hafalan Quran disarankan untuk tidak pergi ke daerah-daerah wisata pantai. Karena tidak sedikit turis domestik maupun asing berjemur di sana. Ironisnya, kata teman saya yang sudah lama di Maroko menceritakan pengalamannya, “Saya pernah lihat gadis pakai bikini, eh ibunya di sampingnya memakai kerudung”.

Di Maroko jika musim panas tiba, mesti kuat-kuat iman dan jaga pandangan. Pasalnya tidak sedikit di jalanan kita melihat aurat-aurat yang terbuka bebas dan ketat.

 

Hikmah Salju

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari salju? Tentu Allah Ta’ala tidak pernah main-main dalam menciptakan makhluknya. Mungkin pertama kita bisa mempertanyakan kepada diri sendiri bagaimana proses terbentuknya salju? mengapa di Indonesia tidak ada salju? (Kecuali di beberapa tempat di Papua). Untuk pertanyaan ini pembaca bisa membaca sendiri jawabannya dengan lengkap di internet. Diharapkan dari pembacaannya dapat menarik kesimpulan bahwa Allah Maha Agung. Lalu mengagungkan-Nya dan mengucapkan Subhanallah al-Adzim, ma kholaqta hadza batila (Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Tak Kau ciptakan ini dengan sia-sia).

Pelajaran kedua dari salju adalah bahwa kita mampu menahan dinginnya salju yang 0 derajat celcius di tempat-tempat wisata. Di sisi lain kita tidak mampu menahan suhu 5 derajat celcius di tempat-tempat non wisata. Mengapa demikian? Menurut saya, ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena adanya niat untuk melawan dingin demi tasliyah (perjalanan wisata). Kedua karena hati kita riang gembira di tengah kedinginan.

Andaikan kedua alasan tersebut diterapkan kepada pelajar-pelajar dan pekerja-pekerja asing (Indonesia) insya Allah mereka dapat belajar dan bekerja dengan tenang. Dalam artian ketika mereka dituntut bekerja, kuliah dan atau ujian di musim dingin kemudian mereka berniat untuk melawan rasa dingin tersebut dan menjalaninya dengan senang hati (layaknya saat berwisata di Oukaimeden atau Ifrane) insya Allah kedinginan itu terasa ringan. Orang bijak mengatakan, “Semua pekerjaan jika dikerjakan dengan senang hati, akan terasa ringan”. Bagaimana menurut anda?

 

Universitas Al Akhawayne

Di kota Ifrane sebaiknya kita meluangkan waktu untuk studi banding dengan Universitas Al Akhawayne. Sebuah universitas yang terkenal di Maroko dengan bayarannya. Maksudnya, [hampir] semua sekolah dan kampus milik pemerintahan Kerajaan Maroko gratis bahkan para [maha]siswa tiap bulannya menerima beasiswa. Nah, di Universitas ini sebaliknya. Para [maha]siswanya harus membayar mahal. Mungkin karena dikelola swasta dan bertaraf internasional dengan menggunakan bahasa pengantar Arab-Prancis-Inggris dan multikultur. Saya belum tahu persis tentang Universitas ini dan saya juga belum pernah kesana. Semoga lain waktu saya dan PPI Maroko bisa berkunjung ke sana, siapa tahu ada buku-buku menarik di perpustakaan sana. Lebih lengkapnya silahkan diklik http://www.aui.ma/en/

 

Proses Terjadinya Salju

Di atas, penulis telah menganjurkan kepada pembaca untuk searching sendiri perihal proses terjadinya salju. Namun setelah penulis pikirkan alangkah baiknya jika saya copy-paste langsung saja. Dari pencarian di internet mungkin ini sumber yang terbaik dan yang menjadi rujukan di berbagai blog. http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?fenomena&1172922307&1Salju,

Fenomena Alam yang Menakjubkan: Cintaku Sehangat Salju

Oleh: Febdian Rusydi (Rijksuniversiteit Groningen)

Saat ini di Eropa dan wilayah utara bumi tengah musim dingin.Salah satu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Menjadi unik karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya hadir secara alami di negeri empat musim atau di tempat-tempat yang sangat tinggi seperti puncak gunung Jayawijaya di Papua. Kenapa salju secara alami tidak bisa hadir di wilayah tropis seperti negeri kita?

Proses Pembentukan Salju

Untuk menjawab itu, bisa kita mulai dari proses terjadinya salju. Berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi, kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur di mana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara – persis seperti kayu balok yang mengapung di atas permukaan air.

Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0 derajat Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat.

Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada 0 derajat Celcius. Ini juga terjadi saat kita menjerang air, air menguap kalau temperaturnya di atas 100 derajat Celcius karena pada 100 derajat Celcius adalah perubahan fase dari cair ke uap. Untuk mempercepat perubahan fase sebuah zat, biasanya ditambahkan zat-zat khusus, misalnya garam dipakai untuk mempercepat fase pencairan es ke air.Biasanya temperatur udara tepat di bawah awan adalah di bawah 0 derajat Celcius (temperatur udara tergantung pada ketinggiannya di atas permukaan air laut). Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain.

Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.Partikel-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, selain berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan, juga perekat antaruap air. Sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya membentuk kristal lebih besar.Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal-kristal es jatuh ke tanah. Dan inilah salju! Jika tidak, kristal es tersebut meleleh dan sampai ke tanah dalam bentuk hujan air.

Pada banyak kasus di dunia ini, proses turunnya hujan selalu dimulai dengan salju beberapa saat dia jatuh dari awan, tapi kemudian mencair saat melintasi udara yang panas. Kadang kala, jika temperatur sangat rendah, kristal-kristal es itu bisa membentuk bola-bola es kecil dan terjadilah hujan es. Kota Bandung termasuk yang relatif sering mengalami hujan es.

Jadi, ini sebabnya kenapa salju sangat susah turun secara alami di daerah tropik yang memiliki temperatur udara relatif tinggi dibanding wilayah yang sedang mengalami musim dingin.Struktur unik saljuKristal salju memiliki struktur unik, tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini (lihat Gambar SnowflakesWilsonBentley.jpg) – ini seperti sidik jari kita.

Bayangkan, salju sudah turun semenjak bumi tercipta hingga sekarang, dan tidak satu pun salju yang memiliki bentuk struktur kristal yang sama!Keunikan salju yang lainnya adalah warnanya yang putih. Kalau turun salju lebat, hamparan bumi menjadi putih, bersih, dan seakan-akan bercahaya. Ini disebabkan struktur kristal salju memungkinkan salju untuk memantulkan semua warna ke semua arah dalam jumlah yang sama, maka muncullah warna putih.

Fenomena yang sama juga bisa kita dapati saat melihat pasir putih, bongkahan garam, bongkahan gula, kabut, awan, dan cat putih.Selain itu, turunnya salju memberikan kehangatan. Ini bisa dipahami dari konsep temperatur efektif. Temperatur efektif adalah temperatur yang dirasakan oleh kulit kita, dipengaruhi oleh tiga besaran fisis: temperatur terukur (oleh termometer), kecepatan pergerakan udara, dan kelembapan udara. Temperatur efektif biasanya dipakai untuk menentukan “zona nyaman”. Di pantai, temperatur terukur bisa tinggi, namun karena angin kencang kita masih merasa nyaman. Pada saat salju turun lebat, kelembapan udara naik dan ini memengaruhi temperatur efektif sehingga pada satu kondisi kita merasa hangat.

Jadi, Anda bisa mengirim ungkapan romantis kepada teman Anda, “cintaku sehangat salju”. Kalau dia tidak paham, kesempatan untuk Anda menjelaskan fenomena ini. Fisika pun bisa menjadi senjata yang andal bagi mereka yang sedang pedekate.***

Gambar: Contoh-contoh bentuk kristal salju yang diambil oleh Wilson Bentley pada tahun 1902.

Gambar diambil dari situs wikipedia.org.Sumber : Pikiran Rakyat (28 Desember 2006)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: